Apa itu Topologi Jaringan???
Topologi jaringan adalah berbagai node, perangkat, dan koneksi jaringan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya secara logis dan teratur. Dimana untuk menghubungkan berbagai macam node, perangkat, dan koneksi jaringan ini bisa dengan kabel maupun tanpa kabel (nirkabel).
Lalu bagaimana dengan manfaat dari sebuah topologi jaringan?
- Arah jalur internet menjadi jelas, jadi memudahkan network engineer untuk melakukan konfigurasi.
- Dapat meminimalisir biaya instalasi jaringan, karena dalam pembuatan topologi semua sudah diperhitungkan dengan matang. Jadi minim kemungkinan perangkat kelebihan maupun kurang.
- Memudahkan dalam maintenance maupun upgrade di sisi network engineer. Karena semua telah terstruktur dengan rinci, pemberian label pada setiap kabel juga akan menjadi nilai plus.
- Penggunaan menjadi sangat mudah di sisi user.
Terdapat 8 jenis topologi yang paling umum digunakan, berikut penjeleasan masing-masingnya;
1. Topologi Peer to Peer
Sumber gambar : mediainformasionline
Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana hal ini dikarenakan hanya menggunakan dua buah komputer untuk saling terhubung. Sehingga biasanya, hanya membutuhkan satu kabel untuk dapat berbagai data.
Kelebihan topologi peer to peer terletak pada biaya instalasi yang sangat murah, proses instalasi yang mudah, dan setiap komputer bisa berperan sebagai server maupun client.
Kekurangan topologi peer to peer adalah sangat sulit untuk dikembangkan, pada sisi sistem keamanan sering sangat rentan karena dikonfigurasi oleh masing-masing user, dan proses troubleshooting terbilang rumit.
2. Topologi Linier
Untuk topologi linier sering juga disebut sebagai topologi bus berderet. Pada topologi ini biasanya hanya menggunakan satu kabel utama sebagai konektor dimasing-masing titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan dari topologi ini adalah mudah untuk dikembangkan, penggunaan kabel yang sedikit, tata letak rangkaian cukup sederhana dan mudah, serta tidak membutuhkan kendali pusat.
Sedangkan kekurangan dari topologi ini memiliki kepadatan traffic data yang cukup tinggi serta keamanan data yang kurang terjamin.
3. Topologi Bus

Jenis topologi bus terkenal sederhana dan mudah untuk digunakan dibandingkan jenis topologi lainnya. Topologi ini menghubungkan semua perangkat dengan menggunakan kabel tunggal yang disebut kabel backbone.
Jadi setiap node terhubung ke kabel backbone, baik melalui kabel sambungan maupun secara langsung. Kabel inilah yang nantinya akan mengirimkan jaringan ke perangkat lainnya, tetapi hanya penerima yang dituju yang benar-benar menerima dan memproses pesan tersebut.
Kelebihan dari penggunaan topologi bus terletak pada biaya instalasi yang murah, lalu kegagalan yang minim, serta kecepatan data yang cukup.
Untuk kekurangannya terletak pada sering terjadinya tabrakan arus data, proses pengiriman dan penerimaan data yang kurang efisien, jika terjadi gangguan atau masalah pada satu komputer bisa menggangu jaringan di komputer lain, dan untuk topologi ini sangat sulit mendeteksi adanya gangguan.
4. Topologi Ring

Pada jenis topologi ring setiap perangkat dihubungkan menggunakan jaringan yang berbentuk melingkar seperti halnya cincin. Topologi ini saling berkomunikasi menggunakan data token untuk mengontrol hak akses komputer untuk menerima data.
Misalnya komputer 1 akan mengirim file ke komputer 4, maka data akan melewati komputer 2 dan 3 sampai diterima oleh komputer 4, jadi sebuah komputer akan melanjutkan pengiriman data jika yang dituju bukan IP Address.
Untuk kelebihan dari jenis topologi ini hampir sama dengan topologi bus seperti, biaya instalasi terbilang murah, performa koneksi cukup baik, dan proses instalasi, konfigurasi, serta implementasi yang mudah untuk dilakukan.
Sedangkan untuk kekurangan terletak pada cukup tingginya peluang tabrakan arus data. Ketika terjadi masalah, troubleshooting jaringan terbilang cukup rumit. Begitu pun ketika salah satu koneksi bermasalah, koneksi pada jaringan akan terputus.
5. Topologi Star

Seperti namanya, bentuk dari topologi star berbentuk bintang, karena semua perangkat dihubungkan ke sebuah hub atau switch dengan kabel UTP. Sehingga hub/switch menjadi pusat dari jaringan dan bertugas untuk mengontrol lalu lintas data.
Jenis topologi ini sangat banyak dipergunakan, dikarenakan memiliki kelebihan tingkat keamanan yang cukup baik, kemudahan user dalam mendeteksi masalah pada jaringan. Selain itu jaringan topologi ini juga tetap bisa berjalan dengan baik, meskipun salah satu komputer client sedang mengalami masalah.
Untuk kekurangan dari topologi ini memerlukan biaya yang tinggi dalam pemasangan maupun perbaikan, karena membutuhkan kabel yang banyak serta switch/hub, dan kestabilan jaringan sangat tergantung pada terminal pusat. Sehingga saat hub/switch mengalami masalah, seluruh komputer dalam jaringan akan ikut bermasalah.
6. Topologi Mesh

Jenis Topologi mesh dapat digunakan untuk rute yang banyak. Untuk jaringan topologi ini menggunakan kabel tunggal sehingga proses pengiriman data menjadi lebih cepat tanpa melalui hub atau switch.
Kelebihan dari topologi ini adalah bandwidth limit-nya yang cukup besar, security data yang sangat baik, dan tidak adanya peluang terjadi tabrakan data.
Sementara untuk kekurangan topologi ini ialah jumlah kabel yang banyak dan setiap perangkat harus memiliki Port I/O yang banyak juga sehingga biaya instalasi yang sangat mahal, dan proses instalasi terbilang sulit.
7. Topologi Tree
Untuk jenis topologi tree merupakan hasil penggabungan dari topologi bus dan topologi star. Pada topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada di tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.
Kelebihan dari jenis topologi ini adalah mudah dikembangkan menjadi topologi jaringan yang lebih luas, lalu susunan topologi yang terpusat secara hirarki ini juga membuat pengaturan data menjadi lebih mudah dan mudah menemukan suatu kesalahan serta mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.
Sedangkan kekurangannya adalah memiliki kinerja yang lambat dan kabel yang digunakan sangatlah banyak, lalu bila terjadi masalah pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan ikut terganggu juga.
8. Topologi Hybrid
Jenis topologi hybrid merupakan topologi penggabungan antara beberapa topologi yang berbeda yang membentuk jaringan baru. Jadi, ketika terdapat dua atau lebih topologi yang berbeda dan terhubung ke dalam satu jaringan, maka topologi jaringan tersebut akan membentuk topologi hybrid.
Kelebihan dari topologi jenis ini adalah bersifat fleksibel dan penambahan koneksi pada topologinya sangat mudah.
Sedangkan untuk kekurangan adalah proses pembangunan topologi ini memakan biaya yang banyak, lalu proses Instalasi dan konfigurasi yang sulit karena terdapat jenis topologi yang berbeda-beda, dan manajemen pada topologi ini pun sangat sulit untuk dilakukan.
Sumber : https://edavos.com/topologi-dan-perangkat-jaringan/
Tugas Kelompok Pertemuan 5
Kelas 12.4E.13
Anggota :
Derinda Rulian 12210188
Bonika Ananda 12210520
Garda Dwi Aryitno 12210522
Rizky Hermawan 12210198

Tidak ada komentar:
Posting Komentar