Apa itu Repeater???
Repeater adalah sebuah alat atau perangkat khusus yang berfungsi untuk menerima dan memperluas jangkauan sinyal WiFi.
Selain WiFi, repeater jenis lain juga sering digunakan untuk kabel. Repeater kabel berfungsi untuk memperkuat signal yang ditransmisikan via kabel jaringan. Biasanya, dalam rentang jarak tertentu kamu perlu memasang alat ini guna menjaga kekuatan signal data. Penggunaan repeater kabel memungkinkan dua lokasi yang sedikit jauh dapat dihubungkan secara efektif.
Fungsi Repeater
ü Memperluas Jangkauan
ü Mempercepat penerimaan dan pengiriman data
ü Memperkuat sinyal WiFi
ü Mengurangi penggunaan kabel
Jenis Repeater
Repeater memiliki beberapa jenis dengan fungsi spesifik dan kelebihannya masing-masing.
Berikut ini adalah jenis-jenis repeater:
Ø Radio repeater
Ø Telephone repeater
Ø Optical communication repeater
Apa itu Bridge???
Bridge atau network bridge adalah sebuah alat yang digunakan untuk membuat segmen dan memperluas suatu jaringan. Penggunaan bridge memungkinkan beberapa jaringan terpisah dapat dihubungkan secara aman, termasuk jaringan LAN. Selain itu, bridge juga mampu menghubungkan jaringan dengan tipe yang sama maupun berbeda, misalnya ethernet dan fast ethernet.
Fungsi Bridge
Pada dasarnya bridge digunakan sebagai alat untuk menggabungkan dua jaringan yang berbeda. Contohnya yaitu penggabungan antara kabel serat optik dengan unshielded twisted pair (UTP), atau ethernet dengan token ring. Agar lebih paham, berikut ini beberapa fungsi bridge:
Ø Mengurangi Beban Jaringan
Ø Otonomi Masing-masing Jaringan
Kelebihan dan Kekurangan Bridge
Hingga saat ini belum ada teknologi yang sempurna, tak terkecuali bridge. Selalu ada kelebihan dan kekurangan pada setiap inovasi maupun teknologi baru. Tanpa berlama-lama, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan bridge.
Kelebihan bridge:
· Transfer data melalui intermediate network dengan protokol berbeda.
· Bridge merupakan alat plug and play sehingga sangat mudah diaplikasikan.
· Menghemat biaya operasional.
· Dapat diterapkan pada jaringan LAN, termasuk intranet.
· Mampu memecah LAN menjadi sebuah jaringan yang lebih kecil.
· Mempermudah pengawasan dan pengelolaan sebuah jaringan.
· Menambah dan memperluas jarak dari jaringan yang ada.
· Mengurangi hambatan trafik sekaligus menambah jumlah workstation pada jaringan.
Kekurangan bridge:
· Melakukan bridging jaringan secara teknis memakan banyak bandwidth.
· Tidak dapat memblokir paket data broadcast.
· Meski mendukung collision domain berbeda, bridge hanya memiliki satu broadcast domain.
· Untuk mengubah header, melihat rute, dan tugas switching lainnya berisiko menambah delay jaringan.
· Fitur yang dimiliki tidak selengkap router dan kebanyakan terbatas pada konektivitas jaringan LAN.
Sumber :
https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-bridge/
Apa Itu Network Interface Card (NIC)???
Network Interface Card (NIC) merupakan komponen penting yang digunakan dalam penyediaan jaringan pada komputer atau server. NIC juga dikenal sebagai Network Interface Controller yang berupa circuit board atau chip dan biasanya dipasang di komputer untuk bisa terhubung ke jaringan.
Apa Saja Jenis Network Interface Card (NIC)?
NIC itu terbagi menjadi dua tipe yaitu internal network cards dan externeal network cards, berikut perbedaannya:
· Internal Network Cards
· External Network Cards
Bagaimana Cara Kerja Network Interface Card (NIC)?
NIC menggunakan model OSI, konsep yang digunakan sistem komputer untuk berkomunikasi melalui jaringan:
7. Application Layer
Application layer merupakan lapisan interaksi dari human-computer, dimana aplikasi dapat mengakses layanan jaringan. Lapisan ini menjadi lapisan satu-satunya yang bisa berinteraksi dengan data pengguna secara langsung.
6. Presentation Layer
Presentation layer merupakan lapisan yang memastikan data dapat digunakan dan disinilah enskripsi data terjadi.
5. Session Layer
Session layer merupakan lapisan yang memelihara koneksi dan bertanggung jawab atas komunikasi pembuka dan penutup antara dua perangkat.
4. Transport Layer
Transport layer mengirimkan data menggunakan protokol transmisi termasuk TCP dan UDP. Layer ini bertanggung jawab atas komunikasi end-to-end antara dua perangkat.
3. Network Layer
Network layer memutuskan jalur fisik data yang akan diambil. Lapisan ini bertanggung jawab atas memfasilitasi pengiriman data dengan dua jaringan yang berbeda.
2. Datalink Layer
Datalink layer mendefinisikan format data di jaringan. Datalink layer sangat hamper sama dengan network layer, namun lapisan data link memfasilitasi transfer data antara dua perangkat dengan jaringan yang sama.
1. Physical Layer
Physical layer mengirimkan raw bit melalui media fisik. Lapisan ini mencakup peralatan fisik yang terlibat dalam transfer data, seperti kabel dan switch.
Tugas Kelompok Pertemuan 3
Kelas 12.4E.13
Anggota :
Derinda Rulian 12210188
Bonika Ananda 12210520
Garda Dwi Aryitno 12210522
Rizky Hermawan 12210198






Tidak ada komentar:
Posting Komentar